Asam Urat Juga Diderita Kaum Muda
Penyakit asam urat mungkin dianggap erat hubungannya dengan usia. Kebanyakan penderita penyakit asam urat memang berusia dewasa, yaitu diatas 40 tahun. Namun, siapa sangka, bahwa penyakit yang satu ini ternyata juga bisa diderita kaum muda, baik remaja maupun anak-anak.Penyakit asam urat atau dikenal juga dengan istilah gout adalah kondisi kesehatan dimana terjadi penumpukan kristal asam urat. Kristal asam urat ini terbentuk dari protein purin.
Akibatnya, seseorang akan merasakan nyeri, panas, bahkan pembengkakan pada persendian.Penyakit ini memang umum diderita mereka yang berusia 40 hingga 75 tahun. Namun, pada beberapa kasus, ditemukan pula penderita asam urat yang berusia dibawah di bawah 40 tahun, bahkan yang masih anak-anak.
Bedanya, asam urat yang terjadi pada anak-anak dan remaja cenderung belum separah asam urat pada usia rentan.
Penyakit asam urat atau gout sebenarnya terdiri dari dua jenis:
Asam urat primer
Pada kasus ini penyebabnya memang belum diketahui secara pasti. Kemungkinan besar terjadi karena faktor genetic dan hormonal.
Asam urat sekunder
Lebih banyak disebabkan karena konsumsi makanan yang tidak tepat. Kebanyakan penderitanya cenderung banyak mengkonsumsi daging dan makanan-makanan lain yang memicu naiknya kadar asam urat dalam tubuh.
Pada dasarnya, penyakit asam urat disebabkan karena kadar purin dalam tubuh yang berlebih. Berikut beberapa makanan dan minuman yang bisa meningkatkan kadar purin dalam tubuh, yaitu:-Alkohol-Ikan hearing dan jenis sarden-Telur-Jeroan (hati, usus, jantung, babat dan limpa)
Solusi penyakit asam urat dapat dilakukan dengan cara-cara diet sehat. Diet bagi penderita asam urat mempunyai syarat-syarat sebagai berikut.
Pembatasan purin
Jika sudah terjadi pembengkakan sendi, seorang penderita asam urat harus melakukan diet bebas purin. Sayangnya, hampir semua sumber protein mengandung nucleoprotein sehingga diet bebas purin mustahil dilakukan. Cara lain, yaitu dengan membatasi asupan purin yaitu 100-150 mg purin per hari.
Kalori sesuai kebutuhan
Asupan kalori sebaiknya disesuaikan dengan tinggi dan berat badan. Jika seseorang yang kelebihan berat badan menderita asam urat, maka kelebihan berat badan harus segera diturunkan. Namun, asupan kalori juga tetap harus diperhatikan, Jangan sampai terlalu sedikit, karena hal ini juga dapat meningkatkan kadar asam urat.
Tinggi karbohidrat
Nasi, singkong, ubi, dan roti yang tergolong karbohidrat kompleks akan sangat baik dikonsumsi para penderita asam urat. Hal ini terbukti akan membantu pengeluaran asam urat melalui urin. Namun, konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti sirup, gula, atau permen harulah dihindari.
Rendah protein
Seseorang dengan gejala asam urat wajib menghindari konsumsi protein hewani seperti hati, otak, paru, dan lain sebagainya. Makanan-makanan tersebut jelas akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Akan lebih baik jika mengkonsumsi protein nabati seperti kacang-kacangan.
Rendah lemak
Lemak terbukti akan menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Jadi, sebaiknya hindari makanan-makanan berminyak dan bersantan, serta margarine atau mentega.
Tinggi cairan
Sebaiknya minum air putih sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas per hari. Cairan ini akan membantu melarutkan dan membuang asam urat melalui urin.
Selain itu, bisa juga dengan mengkonsumsi buah-buahan berair seperti semangka, melon, blewah, nanas, belimbing, atau jambu air. Sedangkan buah yang sebaiknya dihindari yaitu alpukat dan durian. (nab/jun)
No comments:
Post a Comment